Skip to main content

Shiwai Nana

 

30.07.2023

SOQ ->DJJ, 8121 mdpl

Aku pergi. Tiba saatnya aku meninggalkan tempat ini lagi. Kota yang akan selalu jadi istimewa di sudut hati terdalam.

Walau kali ini aku tak sampai ke Womom, kampung kesayanganku, tapi rindu dan haus akan asinnya pantai Tambrauw sedikit terobati ketika kuhirup lagi udara di bukit Malakarta. Dari kejauhan, lautmu terlihat begitu teduh. Apa kau masih ingat hari cerah ketika tubuhku dibasuh hangat ombakmu kala itu?

Aku berjelajah ke banyak tempat, menyusuri hutan demi hutan, sungai demi sungai, menikmati waktu bergulir tuk temukan apa arti ruang kehidupan. Berada begitu dekat dengan alam selama berhari-hari membuat jiwaku serasa terbasuh air sejuk.

Rantai yang membelenggu sekian tahun, mulai luruh. Hidup memang punya segudang kejutan. Berliuk-liuk seperti Sungai Auk. Aku tahu aku suka berpetualang, namun tak terpikir olehku akan sampai di tempat yang disucikan oleh masyarakat adat.

                    Shiwai Nana, Maybrat

Memoriku kembali pada hari aku pergi ke sana. Shiwai Nana, secara harfiah berarti ‘Pagar yang dibangun oleh Tuhan’. Jiwaku yang merana serasa dipeluk ketika kaki kupijakan di tempat itu. Apa kau tahu perasaan itu? Takjub akan hal yang begitu megah dan alami, namun muncul rasa resah yang anehnya semakin membuatku terpikat pada karya alam di hadapanku.

Tempat sakral penuh misteri dan dinding menjulang tinggi jadi saksi bisu perubahan di negerinya. Lalu keajaiban lain menghampiri. Kupu-kupu cantik  menyambut kami, terbang dengan riang, hinggap tanpa ragu di tanganku, dan tetap diam disana untuk beberapa saat. Tak lama kemudian kupu-kupu lain berputar di atas kepalaku, lalu hinggap di pundak, berpindah ke atas kepala, riang dan menari.

       Alam tahu, mana hati yang lembut dan tulus padanya.

Apa kamu percaya, semakin dekat sanubari seseorang dengan sang alam, maka ia akan selalu menyambut dan menjagamu kemanapun kaki berpijak.

Aku percaya kupu-kupu yang datang dan hinggap di jemariku adalah bentuk cinta kasih dan penyembuhan jiwa risauku, dari Mama Alam. Betapa hati terasa hangat. Bahkan jika di kehidupan ini aku tak lagi punya kesempatan untuk kembali ke Shiwai Nana, aku takkan lupa bagaimana hidup terasa tulus dan terberkati.

-num



Comments