Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2022

dosen terbaik.

  -a day after semhas- Sebanyak ini orang yang menyemangatiku. Bahkan dukungan tulus datang dari orang yang tidak kusangka-sangka. Selama ini perasaan dan logika bergolak, antara memilih netral atau memihak salah satu. Ya, aku memang terluka batin, sangat dalam. Selama ini aku berkeras untuk menutup mata dan telinga. Tapi hari itu, kata-kata yang selama ini tanpa sadar ingin kudengar, keluar dari mulut seorang yang tak terduga. Bagaimana mungkin ia bisa memberi solusi sebijak itu padahal detail ceritanya pun ia tak tahu? Semua kalimatnya hari itu terasa hangat. Ia memberi nasihat, tapi tidak terkesan menggurui. Aku seperti sedang dipeluk. Ia tak ingin aku merasa sendirian berjuang, ia akan selalu mendukungku, katanya. Dan aku yang rapuh ini sudah rindu setengah mati mendengar kata-kata sehangat itu. Apalagi yang bisa kulakukan kalau bukan menangis? Bahkan untuk berkata-kata saja aku tak mampu. Semua pertahananku luruh dalam 1 jam pertemuan dengannya. Bagaimana mungkin ia bisa menar...

4-7-8

  lately I've been sending my friends warm words.  'fighting' 'you got this' 'it's okay, take your time to rest a bit' 'please take your time, everyone has its own pace, we'll run out of breath trying to catch others. slowly, slowly ok? you'll get there' 'don't forget to take a deep breath, if you're feeling nervous you can do the 4-7-8 breathing method.' but in reality, I'm the one who needed it the most. it's short of therapy, to tell people kind and heartwarming words. by that means I'm constantly letting myself exposed to self affirmation. which is good. it's good. isn't it? -num

Conversation with the sea

  Dashi Sijakhamyeon Dwaeyo   B: Jadi bagaimana perasaanmu? -7 menit hening- A: Aku.. ingin berhenti. Aku ingin menyerah. Rasanya seperti aku seorang yang terperangkap di masa ini, sedangkan semua di sekitarku terus bergerak maju. Hanya aku sendiri yang tertinggal. Aku lelah mengejar yang tak terkejar, aku ingin menyerah. B: Jika lelah, kamu boleh beristirahat. Terkadang yang kita butuhkan adalah rehat sejenak, bukan kata menyerah. Semua orang memiliki tempo yang berbeda-beda, kau tak bisa membandingkan tempomu dengan orang lain, itu hanya akan menyiksa batinmu. Satu hal yang kuharap terus kau ingat, ketika tak bisa bergerak dan merasa terperangkap, kau selalu bisa memulai kembali. Perlahan. Dari awal. november, 2021