Semester ini
berakhir dengan begitu dramatis.
Banyak sekali yang
terjadi dalam kurun waktu 6 bulan tetrakhir. Ketika liburan berakhir dan
akhirnya memasuki semester 3, like it didn't even feel real at all! Aku dan teman-temanku
sering sekali bercanda bakal masuk rumah sakit karena drop saking beratnya
semester ini -itu pula yang disampaikan oleh Kaprodi dan para seniorku- tapi
kukira itu hanya guyonan belaka, well yeah, sampai aku benar-benar
dirawat inap di salah satu RS di kotaku. Kukira itu seharusnya sudah cukup
membuatku kapok mengatakan hal-hal yang tak seharusnya kukatakan.
Kadang jenuh juga,
saking banyaknya laporan, tugas, serta proposal yang melambai-lambai dari sudut kamar.
Dikejar-kejar deadline yang seperti tak ada ujungnya. Sedih tentu saja, karena
banyak kejadian tidak mengenakan yang menimpa tak peduli seberapa keraspun usaha
yang sudah kulakukan demi melewati semester ini -ingin kumarah hiks- well,
rintangan memang selalu ada kan hehe. Tapi disitu anehnya, entah saking
sibuknya kah, aku bahkan seperti gak punya waktu untuk nangis atau
bersedih-sedih. Mau makan saja kadang ngerasa kayak buang-buang waktu, alhasil
yang dimakan ya, cemilan plus sari kacang ijo -teman baikku-. Begitu terus,
sampai nanti sadar sendiri ternyata sudah berhari-hari belum makan nasi, you
know lah, orang Indo kalau belum makan nasi artinya belum makan. Ini bukannya
melebih-lebihkan, karena bukan aku sendiri yang mengalami hal ini, rata-rata
temanku begini juga, jadi ya, tidak heran kalau sakitnya juga sampai barengan.
Mungkin saking
muaknya, aku mulai menyantaikan (?) diri, berleha-leha, walaupun aslinya deadline masih
segunung dan 6 laporanku belum juga rampung. Masih sementara ujian mid
berlangsung, entah apa yang merasuki diri ini lol, percaya atau tidak aku
marathon drakor sampai pagi buta, tidak berhenti sampai disitu, aku bahkan
sempat-sempatnya pergi ke bioskop. I know ini bukan contoh yang baik, jadi
jangan pernah ditiru ya hehe.
Bukan aku menganggap
enteng ujian yang sedang berlangsung, honestly, aku ini orang yang paling suka
gugupan kalau sudah masuk ruang ujian, sampai perut mules bayangkan! Tapi, kamu
tahu perasaan itu? perasaan muak bahkan untuk hal-hal yang awalnya kamu nikmati
dan selalu dikerjakan dengan suka cita? Atau lebih tepatnya, muak untuk
melakukan apapun yang berhubungan dengan urusan perkuliahan.
Bukan berarti aku
menyerah, hanya saja aku butuh sedikit waktu untuk diriku sendiri, untuk
mengumpulkan kembali motivasi yang sudah hilang dari dalam diri. Ya, yang kubutuh
hanya rehat sejenak, walau pemilihan waktunya tak selalu tepat hehe.
Terkadang hal yang
paling dirindukan adalah, diberi dukungan oleh orang rumah, sesederhana satu
gelas cokelat hangat di minggu pagi yang suram, atau kata-kata penyemangat
seperti aku sudah melakukan yang terbaik, bahwa aku tidak boleh menyerah
setelah melangkah sejauh ini, bahwa aku pasti bisa melalui semua ini, bahwa aku
lebih kuat dari yang kupikirkan. Dan fakta bahwa hal itu benar-benar nihil
karena aku ini ngekos, membuat keadaaanku terasa jauh lebih buruk lagi. Memang bisa saja via telepon atau pesan singkat, tapi ya, rasanya sangat berbeda dibanding bila diberi semangat secara langsung.
Tapi, lagi, aku
tersadar dari sekian banyaknya hal tidak mengenakan yang menimpaku di semester
ini, manusia selalu punya sisi dimana ia akan terus memacu diri hingga batas
yang dikira ia miliki, hilang tak berjejak.
"Circumstances can drive people to do what they never dream of doing."
Kutipan dari salah
satu program yang dulu sangat sering kutonton di channel Crime and
Investigation. Dan ya, setelah semua yang terjadi, kurasa memang benar begitu.
Walau berat,
semester ini bisa terlewati dengan, yah, baik, Alhamdulillah. Sungguh semester
ini aku belajar sangat banyak. Tentang bagaimana bertahan disaat-saat terburuk, ketika untuk membuka
mata saja rasanya aku tak sanggup. Dan kenyataan bahwa semakin kita beranjak
dewasa, semakin sadar bahwa di sekeliling kita semua orang sedang mencoba
bertahan dengan masalahnya masing-masing hingga terkadang, tak ada siapapun yang bisa kau
ajak bercerita, dan pada akhirnya, yang kubutuhkan hanyalah diriku sendiri dan
Allah SWT.
Yah, pada akhirnya
semua proses panjang ini hanya bagian kecil dari pendewasaan diri untuk
menghadapi ujian yang lebih besar di kemudian hari. Bukan begitu?
"You know that feeling when you finally have a moment to stop and take a breath over everything that has been breaking you for so long?"
-num

Good job 👍
ReplyDeleteArigatouu nee
Delete
ReplyDeleteSemangat num💪
Jgn pernah menyerah😊
Dan aku tunggu kisah mu yg berikut nya😊🙏
yeayy terimakasih, jangan menyerah juga yaa, mohhon ditunggu :)
DeleteSukak kutipannya hehe
ReplyDeleteihiy maaci aliin xoxo
Delete