Tanggal 14 juli kemarin aku resmi sidang skripsi dan Alhamdulillah dinyatakan lulus dengan nilai A. Setelah semua kepayahan, malam-malam panjang penuh risau, tiada seharipun kulewati tanpa menghela nafas berat, beban yang selama ini memenuhi dadaku, mimpi buruk akibat tekanan bertubi-tubi, sesi konseling yang bahkan tidak membantu sama sekali, tangis yang pecah sesaat sebelum memejamkan mata, dismenore yang kembali menghantuiku..
Setelah semua badai itu.
Setelah semua badai itu.
Aku dinayatakan lulus dengan nilai memuaskan. Setelah gladi resik tadi aku pun tahu nilaiku tertinggi untuk yudisium S1 periode ini di fakultasku. Sejujurnya aku tak tahu apakah semua hal yang terjadi padaku dalam kurun waktu 4 tahun ini sepadan dengan ipk nyaris 4 dan predikat cumlaude, tapi aku tetap bersyukur.
Aku bersyukur karena setelah semua drama yang kulalui, aku masih bisa berpikir waras walau selama ini sudah bolak balik tercebur dalam ketidakwarasan. Fase slumpku selama berbulan-bulan mampu kulewati, walau setiap hari yang kupikirkan hanya ingin segera menghilang dari muka bumi.
Begitu banyak orang yang mendukungku. Aku berterimakasih pada semuanya yang menemani sepanjang perjalanan ini, terlebih pada diri sendiri yang masih tetap berjuang setelah dikecewakan berkali-kali oleh realita.
Rasanya ingin sekali kukatakan pada diri sendiri "Kamu hebat, num. Kamu hebat sekali."
Untuk sekali ini aku akan berbangga diri atas pencapaianku hingga hari ini.
Sampai kapanpun, aku harap akan terus mengingat momen ini, ketika semua jerih payahku tergantikan hasil yang memuaskan. Aku tahu masih begitu panjang jalanku, selanjutnya aku masih harus terus berjuang, akan ada banyak tekanan dalam berbagai bentuk, dan ini hanya awal dari mimpi-mimpi yang ingin kugapai, tapi aku pasti bisa melaluinya kan?
4 tahun ini aku telah berjuang dengan luar biasa. Bahkan setelah mimpi-mimpi lainnya tercapai suatu hari nanti, aku akan menjadi orang terdepan yang memeluk, menepuk pundak ini, berkata "aku bangga padamu."
Sampai hari itu tiba, kuharap hal yang baik kan menghampiri dan kebahagiaan menemukan tempatnya dalam sudut hidupku yang masih diselimuti cahaya remang-remang.
Comments
Post a Comment