Dondai, 17 September 2023
Sebuah dedikasi untuk Ka Ning, kakakku tersayang, bahkan jika seluruh dunia lupa dengan nama aslimu, aku akan mengingatnya. Aku akan mengingat kisahmu dan akan kuceritakan pada dunia, sehebat apa dirimu.
Terasa menggelikan ketika seorang wanita menikah dengan lelaki, maka secara otomatis namanya bukan lagi namanya sendiri.
Orang-orang tak lagi memanggil wanita itu atas namanya sendiri, tapi ia justru lebih dikenal sebagai istri dari seseorang, selalu dengan embel-embel nama suaminya. Jika ia melahirkan anak, maka ia akan dipanggil dengan nama anaknya.
Seakan tubuh dan jiwanya telah terjual melalui transaksi tak tertulis, bahwa ia bukan lagi milik dirinya sendiri, bahwa ia tak memiliki identitas dan hak atas dirinya sendiri, namun milik suaminya, milik anak-anaknya.
Aku dulu juga tanpa sadar mulai menamai kakak perempuanku dengan nama "Ummu Umair" setelah ia melahirkan anak pertamanya. Padahal bukan itu nama kakakku. Semakin lama, semakin banyak orang yang memanggilnya bukan dengan nama aslinya, lalu suatu hari aku bangun dengan perasaan gusar karena memimpikan kakakku terkubur di liang lahat dengan nisan tanpa nama aslinya.
Aku buru-buru mengganti nama kontak kakakku dengan panggilan sejak kami belia. Ka Ning. Ningrum. Itu nama aslinya. Aku masih takut membayangkan bagaimana semua orang akan lupa namaku, nama ibuku, nama kakak perempuanku, keponakan perempuanku, tanteku, dan semua wanita di dunia ini yang tak lagi punya hak atas dirinya setelah cincin melingkar di jari manis.
Seakan identitas yang kami bangun selama bertahun-tahun bisa hilang dalam sekejap begitu kami menikahi lelaki, atau melahirkan seorang anak. Mungkin orang lain menganggap pergantian identitas wanita ini adalah sebuah kebanggaan karena telah memasuki fase hidup yang berbeda, namun aku merasa hancur membayangkan hidupku yang berharga ini bisa direbut secepat itu dan dikontrol oleh orang lain.
Jika aku menikah, aku akan dipanggil dengan namaku, bukan nama suamiku. Jika aku melahirkan anak, aku akan dipanggil dengan namaku, bukan nama anakku.
Aku adalah aku dengan semua cerita yang kubangun diatas suka dan luka. Pahit manisnya aku yang meramu. Hidupku adalah milikku, dan aku berhak atas diriku sendiri.
-num
"Jika aku menikah, aku akan dipanggil dengan namaku, bukan nama suamiku. Jika aku melahirkan anak, aku akan dipanggil dengan namaku, bukan nama anakku." S7100%
ReplyDelete