Skip to main content

Posts

seperti inipun, cukup.

Aku sedang membaca salah satu bab dalam sebuah buku pengembangan diri. Alih-alih secara singkat, Ia mendeskripsikan cinta dalam 2 paragraf panjang berisi adegan-adegan manis bersama pacarnya. Ah.. jadi seperti itukah rasanya bertemu dengan orang yang tepat? Bahkan hal-hal sepele terlihat menyenangkan ketika dikerjakan bersama belahan jiwa. Ketika didera kesedihan, ada yang menemani, bahkan tanpa kata-kata hanya kehadirannya yang menawarkan bahu sudah cukup mengobati. Hubungan dewasa yang terlihat sangat menenangkan. Aku tahu ia berhak menulis apa yang ingin ia tulis tapi entah mengapa aku jadi ingin mencelanya karena memperlihatkan sisi tidak realistis dalam buku yang seharusnya realistis. Lalu aku meneteskan air mata. Tak sadar, begitu saja, aku menangis. Kadang-kadang aku merasa damai setelah menangis tiba-tiba seperti ini, tapi di lain waktu rasanya aku bagaikan seonggok cangkang kosong. Tidak lagi terasa aneh, aku memaklumi itu semua. Fluktuasi, dinamika, kompleksisitas emosi yang ...

Bagaimana harimu?

Sabtu, 22 Januari 2022 Jika aku harus mendefinisikan bagaimana perasaanku hari ini, tentram adalah kata yang tepat. Aku ke pantai bersama keluargaku. Cuacanya cantik, tidak terlalu mendung tidak terlalu panas. Ombak menyapu kakiku lembut, anak-anak tertawa, aku mengapung dan terbawa arus, nafasku tidak terasa berat. Sore hari aku bertemu dengan teman-teman komunitas, berdiskusi mengenai event mendatang, bercanda dan berbagi hal-hal sederhana, aku juga tertawa. Malam harinya, aku berkendara melintasi kota dan melewati tempat-tempatku bernostalgia. Lalu aku mampir ke kafe kesayanganku, memesan segelas Americano dingin, aku membaca buku bagus yang kutemukan seperti serendipity di gramedia. Sebagai penyempurna malamku, kudengarkan playlist dari comfort character-ku. Hatiku terasa hangat. Awalnya aku tidak yakin bisa berkata hari ini aku bahagia, karena entah mengapa bahagia menjadi sebuah kemewahan bagiku yang pengecut ini. Tapi hari ini banyak perasaan positif. Walau kelihatannya seperti ...

crave

I've been pushing myself not to read novels this month, but today I am dying to read them despite the fact I have tons of deadlines this week. I am dying to escape this shitty reality. -num

irony

And all of a sudden i felt really tired. Like the world had drained me for everything i had. You know, there are times where you're not particularly sad, but just, empty. And not knowing how to respond to all the loves people are giving to you. Or worse, you push them all away, it's nothing personal, but you are too numb to explain. And that's the irony. -num

sore

11.1.2021 When was the last time I feel genuinely happy? Probably when I bought that complete series book of my wish list from last year. Indeed, it was quite a while now, 2 months ago.. I guess. Adult world is just so devastatingly weird. The only thing that mostly a barrier for me to describe my feelings as a kid probably my lack of vocabularies. Now, sadly, as a grownup , I still find it hard to acknowledge what my heart really feels at times, not having to mention how rich I think my vocabularies now comparing to my younger self. I didn’t know describing how exactly I feel at the moment would be as hard. As if no words could ever fit my emotional state. I know there is at least one word out there, somewhere, and I just haven't found it yet, but, yeah, safe to say so. Whether I feel numb or blasted with overwhelming feelings at the same time, I cannot tell. How the world drowns me in, I am sunken to the bottom of my chaotic mind thus no light can ever lift me up. Anxieties hit m...

hingga lelap

Kepalaku terasa berat. Mata ini mulai sayup. Aku harus tidur, aku butuh tidur. Namun perasaan sendu ini membuatku terjaga. Aku merindukan hal yang tak pasti. Lagi-lagi kamu. Baiklah. Kuizinkan kau disini hingga aku terlelap. -num